Hanya narasi-narasi. Hanya suara-suara minor. Hanya seseorang.

3.13.2012

Segarnya Romansa Saintifik


The Adjustment Bureau
Sutradara : George Nolfi
Penulis Naskah : George Nolfi, Philip K. Dick
Rilis: 2011
Pemain: Matt Damon, Emily Blunt, Anthony Mackie dan Michael Kelly

 Akhirnya kita bisa membela Matt Damon yang tak lagi diliputi aroma balas dendam, melainkan dalam perjuangannya akan cinta…



Saya termasuk orang yang tidak cepat jatuh hati pada film jenis sains fiksi. Hanya beberapa yang saya ingat; Trilogi Matrix, Inception, Source Code, dan lain lain. Rumus paling sering ditemui (dan paling ampuh menurut saya) adalah memadukan jalan ceritanya dengan aksi laga. Kalaupun di Matrix ada romansa terbersit, itu hanya bumbu.

Film Adjustment Bureau (Biro Penyesuaian) ini benar-benar membuatku terkejut. Positif tentunya. Lihat saja sampulnya: Sepasang pria dan wanita berlari dikejar sesuatu dengan siluet pria berjas fedora dan topi ala tokoh blues James Brown tahun 1950-an.

2.27.2012

Terperosok di Akhir


Dream House

Sutradara : Jim Sheridan

Rilis : Februari 2012

Produksi : Cliffjack Motion Pictures

Penulis Naskah : David Loucka

Pemain : Daniel Craig, Rachel Weisz, Naomi Watts

Jikalau film ternyata berkualitas, biasanya si pemeran akan kecipratan bagusnya. Namun ada jua kisah pemeran yang menyelamatkan film dari keterperosokan yang lebih dalam.

Oh, ini dia Daniel Craig. Dianggap aktor berbakat setelah perannya di dua film James Bond terakhir, ia bermain baik dalam The Girl With The Dragon Tattoo. Kini ia mencoba peruntungannya di film terbaru Dream House. Bersama dengan aktris wahid Ausie, Naomi Watts, mereka berdua tengah mengangkat film Dream House yang rapuh pada kritik.

11.24.2011

Mengumpan dan Bergerak, King Kenny?


Sedikit ulasan tentang hal yang saya gemari: Sepakbola. Sebelum Anda membaca, ada baiknya Anda pahami bahwa ini hanyalah pandangan saya semata mengenai taktik dan strategi. Hal pertama tentang taktik-strategi sepakbola sudah pasti akan saya tulis tentang Liverpool. Tim dengan segudang sejarah dengan nama Kenny Dalglish terukir manis didalamnya.

Pertandingan kontra Chelsea (20/11), bisa jadi harapan baru akan bentuk sebenarnya Liverpool selama ini.

Dikutip dari detik.com, Craig Bellamy memuji permainan Liverpool dibawah arahan Kenny Dalglish. Bellamy menilai Dalglish punya racikan khas untuk memimpin Liverpool kembali ke era 70 dan 80-an—kala Dalglish jadi top skor dan dijuluki King Kenny.

Ciri Dalglish yakni permainan mengalirkan bola secara bebas dan setiap pemain dituntut mobilitas dan kreativitasnya. Tidak seperti jaman Houllier atau Rafa Benitez yang mengandalkan serangan balik. Houllier saat itu mengandalkan Hamann sebagai jangkar, kreativitas Gerrard di lini tengah dan kecepatan Owen saat serangan balik. Taktik sama, namun beda pemain juga diadopsi Rafa. Bertopang pada mobilitas Gerrard dan umpan terukur Xabi Alonso jadi tumpuan, tentu kecepatan Torres jadi barang mutu. Masalahnya, jika si pemain andalan cedera, permainan Liverpool seperti tanpa nyawa.